You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Ciherang
Desa Ciherang

Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, Provinsi Jawa Barat

Desa Mandiri Sampah, Fondasi Desa Maju: Membangun Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, dan Ekonomi Berkelanjutan

Administrator 17 Juli 2026 Dibaca 42 Kali
Desa Mandiri Sampah, Fondasi Desa Maju: Membangun Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, dan Ekonomi Berkelanjutan

Garut, 17 Juli 2026 – Pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan maju. Untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Desa Mandiri Sampah, Fondasi Desa Maju: Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Ekonomi Tumbuh dan Berkelanjutan."

Kegiatan ini menghadirkan Tini Martini Tapran, S.Si., M.Sos., Tenaga Ahli Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, yang membagikan pengalaman dan strategi dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Tini Martini Tapran menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai urusan kebersihan semata, melainkan menjadi bagian penting dari pembangunan desa. Pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat rumah tangga mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga peningkatan ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang memiliki nilai jual.

Konsep Desa Mandiri Sampah mendorong setiap desa untuk mampu mengelola sampah secara mandiri melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Langkah ini dimulai dengan membiasakan masyarakat memilah sampah dari sumbernya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), penerapan sistem tersebut juga membuka peluang pengembangan usaha masyarakat melalui bank sampah, produksi kompos, budidaya maggot, kerajinan berbahan daur ulang, hingga pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi lingkungan, kegiatan ini juga memperkenalkan buku edukasi "Petualangan Ibu Tini: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga." Buku tersebut disusun dengan pendekatan yang sederhana dan menarik agar mudah dipahami oleh seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak. Melalui cerita yang inspiratif, masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membangun kebiasaan mengelola sampah sejak usia dini.

Pemanfaatan media edukasi menjadi salah satu inovasi dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dengan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap sampah sejak di lingkungan keluarga, diharapkan akan terbentuk generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian lingkungan.

Keberhasilan program Desa Mandiri Sampah membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pembina, pemerintah desa sebagai penggerak di tingkat lokal, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Dukungan dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, serta organisasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, DPMD Provinsi Jawa Barat berharap semakin banyak desa yang mampu mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah sesuai dengan potensi wilayahnya. Desa yang berhasil mengelola sampah secara mandiri tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.

Semangat "Desa Mandiri Sampah, Fondasi Desa Maju" menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, desa-desa di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi contoh dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, produktif, dan berdaya saing.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image